SEJARAH MASJID AGUNG PALEMBANG

  • SEJARAH MASJID AGUNG PALEMBANG

    SEJARAH
    Masjid Agung Palembang merupakan salah satu budaya keturunan Kesultanan Palembang yang dibangun sekitar 10 tahun pada 1728 hingga 1748. Sultan Mahmud Badaruddin I atau yang juga dikenal Sultan Mahmud Badaruddin Jaya Wikramo.

    Pada Zaman itu Masjid Agung Palembang menjadi masjid terbesar di Indonesia, dibangun dilahan seluas 1.080 meter persegi (sekitar 0,26 hektar) dengan kapasitas 1.200 orang terletak persis dijantung kota Palembang, kemudian diperluas Oleh beberapa penerusnya  Sayid Umar bin Muhammad Assegaf Altoha dan Sayid Achmad bin Syech Sahab dibawah pimpinan Pangeran Nataagama Karta Mangala Mustafa Ibnu Raden Kamaluddin.

    Menutur beberapa orang masjid ini merupakan masjid terbesar di Indonesia pada zamannya, kemudian Pemerintahan kolonial belanda melakukan renovasi pada tahun 1819 hingga 1821, ekspansi dilanjut pada tahun 1893, 1916, 1950, 1970 dan tekahir pada tahun 1990-an.

    Selama ekspansi pada 1966-1969 oleh Yayasan Masjid Agung, lantai kedua dibangun seluas 5.520 meter persegi dengan kapasitas 7.750 orang. Selama proses renovasi dan pembangunan di tahun 1970-an oleh Pertamina, menara masjid pun dibangun hingga tinggi menjulang. Menara dengan gaya budaya Cina tersebut masih dipertahankan sampai sekarang. Masjid ini sangat khas dengan adat istiadat Palembang. Terlihat dari arsitektur masjid dengan ukiran khas Palembang yang disebut Lekeur.

    Hingga sekarang bangunan asli masjid Agung Palembang terletak di tengah bangunan baru yang tengah ditambah dan di Resmikan oleh Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri.



    Copyright © 2012 FotoPalembang.com - All rights reserved
    View Imagine Productions | Professional Foto & Video